Kerja Keras Itu Menghasilkan Prestasi
- Meriana Nurmala Anin
- 03 September 2025
- 601
Kerja Keras itu menghasilkan Prestasi
Kerja Keras itu menghasilkan Prestasi
Halo perkenalkan nama saya Meriani Nurmala Anin yang sering disapa Riani. Saya merupakan salah satu siswa kelas IX yang bersekolah di SMP Negeri Satu Atap Nefotes. Saya tinggal di desa Tunua yang berbatasan langsung dengan Desa Bijaepunu dimana sekolah saya berada.
Pada hari rabu tanggal 16 Juli 2025, saya bersemangat sekali untuk pergi ke sekolah setelah melihat dan menyiapkan buku-buku pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran di kelas kami pada hari itu. Setibanya saya di sekolah, saya bersama-sama dengan teman-teman sekelas yang bertugas pada hari itu membersihkan ruangan kelas kami bersama. Setelah selesai membersihkan kelas kami segera mengikuti apel pagi di lapangan untuk mendengarkan arahan yang disampaikan oleh guru piket dan berdoa bersama sebelum kami semua memasuki ruangan kelas kami masing-masing.
Karena di sekolah kami menganut sistem pembelajaran moving class maka saya dan teman-teman semua bergegas ke ruangan IPA sesuai dengan jadwal kami pada hari itu. Sesampainya di ruangan IPA, kami disambut oleh ibu guru Any Anin yang sudah ada di kelas menunggu kami untuk segera memulai pelajaran. Namun sebelum memulai pelajaran pada hari itu , Ibu guru Any memberikan sedikit informasi kepada kami bahwa ibu akan memilih salah satu orang siswa dari kelas kami untuk membuat herbarium kering tanpa memberitahukan terlebih dahulu bahwa yang dipilih akan menjadi salah satu utusan dari sekolah kami untuk mengikuti lomba herbarium kering tingkat SMP yang diselenggarakan oleh Institut Pendidikan Soe. Ibu Any kemudian bertanya kepada kami " Anak -anak siapa yang mau kalian pilih? Dan teman-teman saya secara kompak menyebut nama saya sebagai perwakilan dari kelas kami. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, ibu Any memanggil saya untuk bergabung bersama kedua orang teman dari kelas lain yang sudah dipilih oleh ibu Any sebelumnya.
Pada hari kamis tanggal 17 Juli 2025, saya dan kedua teman saya di bawah bimbingan dan arahan ibu Any selaku guru pembimbing melakukan observasi di lingkungan sekitar sekolah dan mengambil 12 jenis tanaman untuk dijadikan sampel dalam proses pembuatan herbarium kering. Kami mengambil secukupnya tanpa merusak ataupun menghancurkan tanaman -tanaman tersebut. Kemudian, kami melakukan pencucian dan pengeringan terhadap 12 spesimen yang telah kami pilih. Namun, ada sedikit masalah yang kami temui yaitu pada saat proses pengawetan spesimen karena kami tidak memiliki alkohol 70% untuk mengawetkan tanaman tersebut. Oleh karena itu, kami bertiga dengan bantuan Ibu Any mencoba mencari cara lain di internet dan kami menemukan bahwa ternyata garam bisa juga digunakan sebagai bahan pengawet pengganti alkohol.
Dalam setiap proses yang dilakukan mulai dari observasi, pemilihan spesimen tanaman, pengawetan dan pembuatan bingkai didokumentasikan dalam bentuk video dan diunggah ke youtube. Setelah beberapa hari video lomba herbarium kering yang diunggah ke youtube, saya dan kedua teman saya mendapatkan kabar dari ibu Any bahwa kami masuk 6 besar dan masuk babak final dimana dalam babak final nanti kami diminta untuk mempresentasikan proses pembuatan herbarium kering seperti yang kami buat di video.
Setelah mendengar berita tersebut, kami semakin bersemangat untuk bisa memberikan yang terbaik yang kami punya. Dibawah bimbingan ibu Any, kami mulai menyiapkan konsep-konsep yang akan dipresentasikan. Mulai dari perkenalan, penjelasan tentang herbarium beserta manfaat dari spesimen tanaman yang ada. Ibu Any meminta kami untuk menyiapkan konsep-konsep yang ada sesuai dengan bahasa kami masing-masing dan dipresetasikan langsung kepada beliau untuk diperbaiki jika didapati pemilihan kalimat, kata atau langkah-langkah yang kami konsepkan tidak sesuai atau dilupakan. Sebagai seorang manusia, saya juga merasa cukup capek dan ingin menyerah saja. Hal ini karena selain presentasi yang berulang kali dilakukan, waktu pelaksanaan lomba yang semakin dekat. Namun saya terus memaksakan diri dan terus mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat presentasi.
Hari Senin tanggal 01 September 2025 adalah hari yang ditentukan oleh panitia bagi ke-6 finalis dari setiap sekolah untuk mempresentasikan proses pengawetan herbarium kering yang sudah dilakukan. Kemudian dengan semangat yang menggebu-gebu, kami berangkat ke Soe untuk mengikuti lomba Herbarium Kering yang dilaksanakan di Kampus Institut Pendidikan Soe. Setibanya di kampus IPS, kami masuk dan duduk setelah sebelumnya melakukan registrasi. Setelah acara dimulai, pembawa acara meminta perwakilan dari setiap tim untuk maju dan mengambil nomor urut dan ternyata tim kami mendapatkan nomor urut 1 seperti yang sudah kami prediksikan sebelumnya. Kemudian pembawa acara memanggil kami untuk maju dan menampilkan hasil yang sudah kami buat dan kami berhasil melakukannya dengan percaya diri.
Setelah ke-enam tim menampilkan hasil karya terbaik mereka dalam lomba herbarium, maka tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu yaitu pengumuman juara lomba. Dan akhinya kami bersyukur ketika sekolah kami mendapatkan juara 2. Kami sungguh tidak menyangka bahwa kami akan menjadi juara 2. Tapi kami percaya bahwa penilaian dewan juri adil, jujur dan dipercaya. Kami senang karena kami mendapatkan Piagam, sertifikat dan sejumlah uang. Setelah puas berfoto dengan bapak ibu guru dan teman-teman dari sekolah lain, kami pulang kembali ke Nefotes dengan penuh kebahagiaan di hati kami masing-masing dan percaya bahwa kerja keras yang kami lakukan selama beberapa minggu ini menghasilkan prestasi yang tidak kami sangka-sangka.
Â
Â

