Belajar Berdemokrasi Melalui Pemilihan Osis
- Matheos A. Sallang, S.Pd
- 28 Agustus 2025
- 789
Belajar berdemokrasi melalui pemilihan OSIS
Belajar berdemokrasi melalui Pemilihan OSIS
Matheos A. Sallang,S.Pd,Gr
Guru PJOK dan Pembina OSIS SMPN Satap Nefotes
Â
Menurut wikipedia Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang disingkat OSIS adalah sebuah organisasi resmi tunggal di sekolah dalam pendidikan di Indonesia yang diakui oleh Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan sejak 21 Maret 1970. Organisasi ini memiliki peran sebagai penggerak siswa untuk aktif berkontribusi di sekolah. Organisasi ini merupakan wadah Pembinaan Kesiswaan di Sekolah untuk pengembangan minat, bakat serta potensi siswa. Ia berfungsi sebagai wadah untuk membicarakan beberapa hal tentang sekolah lebih lanjut, seperti acara, lomba, dan lain sebagainya. Lebih lanjutnya, salah seorang pakar dan penulis aktif bernama Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag. , penulis buku Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi (2012) juga mengemukakan bahwa : Organisasi siswa intra sekolah (OSIS) berfungsi sebagai wadah kegiatan siswa di sekolah sebagai upaya preventif dalam menyelesaikan masalah perilaku menyimpang dari siswa dan juga sebagai sarana penerus pemahaman siswa tentang sikap demokrasi di sekolah. Salah satu jalur pelatihan karakter siswa adalah melalui OSIS yang merupakan salah satu organisasi siswa yang diakui keberadaannya dalam menampung aspirasi siswa dan wadah penyaluran kegiatan sesuai
Sebagai satu-satunya organisasi yang ada di sekolah, OSIS berperan sangat penting dalam menyalurkan suara dan aspirasi dari siswa. Peran utamanya adalah menjadi wadah bagi siswa untuk berkreasi, berinovasi, dan menyuarakan pendapat mereka secara demokratis. Hal ini memungkinkan siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan dan pengambilan keputusan yang tepat dengan lingkungan dan keadaan sekolah. Selain sebagai wadah bagi siswa di sekolah, OSIS juga bertindak sebagai penggerak semangat bagi seluruh warga sekolah, mendorong siswa lain untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif seperti memotivasi siswa untuk berprestasi, berkolaborasi, dan mengembangkan minat serta bakat mereka di luar akademik serta membuat kerjasama dengan pihak sekolah. Oleh karena itu, kehadiran OSIS di sekolah sangatlah diperlukan dalam menjembatani setiap proses kegiatan yang ada di sekolah khususnya yang berkaitan dengan siswa.
Ada beberapa cara alternatif yang bisa dilakukan dalam pemilihan ketua OSIS. Misalnya; penunjukan langsung dari guru atau pembina OSIS, seleksi atau tes kecakapan dan keterampilan, rekomendasi dari siswa, guru, atau pengurus sebelumnya. Namun, SMP Negeri Satu Atap Nefotes memiliki cara yang berbeda yaitu dengan mengadakan sistem pemungutan suara secara demokrasi seperti pemilihan umum untuk memilih kepengurusan OSIS yang baru. Adapun langkah -langkah yang dilakukan dalam pemilihan ini seperti berikut :
Penjaringan dan calon Pendaftaran dari setiap siswa
Berdasarkan kriteria dan syarat yang telah ditetapkan oleh sekolah dan pembina OSIS seperti ; maksimal kelas VIII, memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang baik, memiliki jiwa kepemimpinan dan inisiatif dan bersedia mengemban tugas dan tanggung jawab maka calon ketua OSIS diseleksi. Biasanya setiap kelas boleh mengajukan anggotanya dalam pemilihan atau atas inisiatif dari siswa itu sendiri.
Â
Kampanye dan penyampaian Visi Misi dari setiap Calon
Para calon diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misi, tujuan serta program kerja yang akan mereka jalankan jika terpilih. Kampanye ini bisa dilakukan melalui orasi di depan seluruh siswa, pemasangan poster, foto atau melalui media sosial sekolah. Tujuannya adalah agar seluruh siswa dapat mengenal calon dan memahami ide-ide mereka
Â
Â
Dalam pelaksanaannya setiap siswa diberi 1 surat suara yang telah disediakan oleh panitia atau guru, kemudian bisa mencoblos atau memberi tanda pada calon yang akan dipilih dan dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan.
Â
Â
Perhitungan dan Pengumuman Pemenang
Setelah seluruh suara terkumpul, panitia melakukan perhitungan suara secara terbuka dan disaksikan oleh Saksi dari setiap calon. Calon yang memperoleh jumlah suara terbanyak  dinyatakan sebagai pemenang dan terpilih sebagai Ketua OSIS untuk periode 2025-2026 mendatang. Sedangkan calon dengan suara terbanyak kedua atau ketiga ditunjuk sebagai wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan bidang-bidang yang lain.
Â
Berdasarkan kegiatan pemilihan ketua OSIS yang telah dilakukan maka demokrasi mini yang diterapkan melalui pemilihan OSIS di SMP N Satu Atap Nefotes merupakan bentuk nyata pembelajaran nilai-nilai demokrasi bagi siswa. Melalui proses yang telah dilakukan ini juga, siswa tidak hanya mengajarkan tentang pentingnya memilih pemimpin secara adil dan terbuka, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang mencerminkan prinsip-prinsip dasar demokrasi seperti jujur, terbuka, partisipasi, transparansi, musyawarah, dan tanggung jawab.
Â

