Kilas balik pelaksanaan ANBK di SMPN Satap Nefotes

Kilas balik pelaksanaan ANBK di SMPN Satap Nefotes

Oleh Estry F. Baun, S.Ag

Operator SMPN Satap Nefotes

 

Desiran angin sepoi-sepoi di sore hari berbisik lembut di hati yang penuh dengan kegelisahan dan kecemasan seakan memberikan semangat untuk segera bersiap menanti pelaksanaan ANBK. ANBK yang sudah di depan mata.  

ANBK dirancang oleh pemerintah bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pendidikan dengan menggambarkan mutu pendidikan di setiap sekolah. Sebagai Proktor yang bertanggungjawab terhadap proses pelaksanaan ANBK di SMP Negeri Satu Atap Nefotes, tentu saja pikirannya dipenuhi tanda tanya apakah akan berhasil atau malah sebaliknya. Oleh karena, pelaksanaan ANBK bukan saja sebagai sebagai tolak ukur tercapainya kualitas dan mutu pendidikan tapi juga sebagai sarana bagi sekolah untuk melakukan refleksi dan perbaikan secara menyeluruh terkait literasi dan numerasi.

Namun, kecemasan yang dirasakan berangsur-angsur menghilang tak berbekas, seakan berkata bahwa dia tidak akan bertahan lama. SMP Negeri Satu Atap Nefotes, yang dikenal dengan semangat positifnya, segera mengambil langkah sigap. Proktor dan para teknisi segera menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan dalam menyongsong hari datang pelaksanaan ANBK.

Pada tanggal 22 – 23 agustus 2025, sekolah mengadakan simulasi ANBK yang dikomandai oleh proktor dan teman-teman teknisi melatih siswa-siswi kelas VIII menggunakan sistem komputer agar mereka terbiasa dengan tampilan soal, dan berlatih mengatur waktu. Guru-guru sabar membimbing, menjawab setiap pertanyaan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. "ANBK ini bukan untuk menentukan lulus atau tidak, tetapi untuk memotret kondisi pendidikan di sekolah kita," ujar salah satu guru, memberikan rasa tenang dan semangat kepada para siswa yang akan segera melakukan simulasi.

Hari senin dan selasa tanggal 25-26 Agustus 2025 merupakan hari pelaksanaan ANBK sesuai jadwal yang diberikan kepada sekolah.  Dipenuhi antusiasme dan semangat yang tinggi, para siswa yang dibagi kedalam 3 sesi memasuki ruangan dengan tertib. Senyum hangat dan kata-kata penyemangat dari guru serta proktor ANBK menyambut mereka. Mereka terlihat agak gugup ketika memasuki ruangan tempat pelaksanaan ANBK. Jantung Antoni, salah satu peserta berdegup kencang, tapi ia berusaha mengendalikan diri. Ia menatap layar, membaca instruksi, dan mulai mengerjakan soal.

 

 

 

 

Di tengah-tengah proses pelaksanaan ujian, didapati layar komputer teman sebangku Antoni tiba-tiba mati. Sedikit panik, ia mengangkat tangan. Tanpa menunggu lama, guru dan proktor ANBK sigap datang membantu. Masalah teknis itu dengan cepat teratasi. Momen itu menjadi pengingat bagi Antoni dan yang lainnya bahwa mereka tidak sendirian. Dukungan penuh selalu ada. Antoni yang tadinya sedikit ragu, semakin termotivasi. Ia menyelesaikan setiap soal dengan teliti, memanfaatkan semua bekal yang ia dapatkan dari persiapan matang sebelumnya.

Setelah semua selesai, rasa lega dan bangga membanjiri hati Antoni. Begitu juga dengan teman-temannya. Mereka bukan hanya berhasil melewati ujian, tetapi juga menyadari bahwa ANBK bukanlah sekadar formalitas. Ini adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan karakter. Mereka memahami bahwa hasil ANBK akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Melalui cerita ini, Antoni dan teman-temannya menyadari bahwa persiapan matang, semangat belajar, serta dukungan dari guru dan sekolah adalah kunci untuk menghadapi setiap tantangan. ANBK telah mengajarkan mereka bahwa adaptasi terhadap perubahan dan kerja sama adalah fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa depan.