Penggunaan Model Pembelajaran Talking Stick pada materi Introduction

Penggunaan Model Pembelajaran Talking Stick pada materi introduction

Ibu Desy Royani, S,Si

Guru Bahasa Inggris SMP N Satu Atap Nefotes

 

Salah satu dari ke 4 skills penting yang menjadi kompetensi dasar dan harus dimiliki dan dikuasai siswa kelas VII dalam pembelajaran bahasa inggris adalah kemampuan berbicara (Speaking skill). Dalam pembelajaran bahasa inggris, kemampuan berbicara menjadi sangat penting sebagai sarana komunikasi secara lisan. Di tingkat SMP, mengembangkan kemampuan berbicara murid menjadi syarat wajib sebagai modal awal bagi siswa untuk berkomunikasi, menyampaikan ide serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mempelajari bahasa asing.

Sebagai salah satu materi pembelajaran speaking di awal tahun pelajaran, introduction atau perkenalan diri bertujuan untuk melatih siswa dalam berkomunikasi dalam bahasa inggris secara sederhana namun sesuai dengan kaidah atau tata bahasa yang berlaku. Meskipun terlihat mudah, namun pada praktiknya di kelas siswa masih memiliki hambatan yang cukup berat dalam melakukan pengucapan, pelafalan, serta belum memiliki keberanian dalamberbicara. Oleh karena itu, guru perlu menyiapkan model, metode, strategi serta pendekatan yang bervariasi agar bisa menciptakan pembelajaran yang berkualitas agar dapat meningkatkan kemampuan berbicara murid dalam pembelajaran bahasa inggris di kelas.

Berdasarkan permasalahan yang ditemui di kelas, maka guru bahasa inggris perlu menyiapkan model pembelajaran yang menarik, berkualitas serta dapat meningkatkan keaktifan dan keberanian  siswa dalam berbicara bahasa inggris pada saat pelajaran sedang berlangsung.

Model Pembelajaran talking stick

Model pembelajaran talking stick merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang bisa diterapkan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berbicara siswa . Apa itu model pembelajaran talking stick? Merujuk pada buku : Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur, dan Model Terapan karya penulis Miftahul Huda menjelaskan bahwa talking stick merupakan tipe pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat. Dalam pelaksanaanya, anggota kelompok yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan, menjelaskan materi, atau menyampaiakan pendapat setelah mereka mempelajari materi pokoknya”. Pada dasarnya, model pembelajaran talking stick bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Langkah Langkah penerapan model pembelajaran talking stick pada materi introduction

Adapun Langkah-langkah dalam proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran talking stick sebagai berikut:

  1. Guru menyediakan media tongkat untuk keperluan dalam proses pembelajaran.
  2. Guru menyampaikan materi pembelajaran secara klasikal.
  3. Guru membagikan materi yang harus dipelajari dan dipahami siswa sesuai dengan waktu yang diberikan.
  4. Guru dan siswa memulai permainan dengan memberikan tongkat kepada salah satu siswa.
  5. Guru kemudian mengoper tongkat tersebut kepada siswa berikutnya searah jarum jam. Sembari memberikan tongkat, siswa dan guru bernyanyi bersama.
  6. Setelah bernyanyi atau guru memberikan tanda tertentu, maka siswa yang memegang tongkat diberikan pertanyaan. Apabila siswa tersebut tidak dapat menjawab, guru akan memberikan hukuman positif, dapat berupa berpuisi di depan kelas, menyanyi, atau hal lain yang bersifat menghibur.
  7. Kegiatan tongkat terus diberikan hingga seluruh siswa mendapat kesempatan pertanyaan yang diberikan guru untuk menjawab.
  8. Guru dan siswa menarik kesimpulan bersama

            Kelebihan dan kekurangan model talking stick

Berdasarkan kegiatan belajar mengajar di kelas, guru mendapatkan hasil yang cukup baik. Walaupun demikian, setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Begitu juga dengan model pembelajaran talking stick. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran ini yang didapati oleh guru dalam penerapannya.

Kelebihan Talking Stick

1) Menguji kesiapan siswa dalam melaksanakan pembelajaran.

2) Melatih siswa membaca dan memahami materi dengan cepat.

3) Memacu siswa lebih giat belajar.

4) Siswa lebih berani mengemukakan pendapat.

 

Kekurangan Talking Stick

1) Membuat siswa tidak siap menjawab pertanyaan.

2) Membuat siswa menjadi tegang.

3) Ketakutan akan pertanyaan yang akan ditanyakan oleh guru.

4) Siswa yang pemalu atau kurang percaya diri mungkin merasa kesulitan untuk   berbicara.

5) Metode ini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan yang ada, namun secara keseluruhan model pembelajaran talking stick cukup efektif dalam meningkatkan semangat dan keaktifan dari siswa untuk terus berani serta percaya diri dalam setiap pembelajaran di kelas.